Tertawa yang wajar sangatlah berpengaruh untuk membuat jiwa bergembira dan hati berbahagia.Lebih dari itu abu Darda' sempatberkata;"Sesungguhnya aku akan tertawa untuk membahagiakan hatiku.Dan Rasululloh sendiri sesekali tertawa hingga nampak gerahamnya.Begitulah tertawanya orang orang yang berakal dan mengerti tentang penyakit jiwa serta pengobatanya.
Tertawa merupakan puncak ekpresi kegembiraan ,puncak paling tinggi keriangan dan hujung segala suka cita.Tetapi demikian itu adalah tertawa yang tidak berlebihan sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah pepatah"Janganlah engkau banyak tertawa,sebab banyak tertawa itu mematikan hati".Dengengan kata lain ,tertawalah sewajarnya saja sebagaimana dikatakan dalam pepatah juga"senyummu didepan saudaramu adalah sedekah". Diceritakan bahwa Nabi sulaiman juga tertawa ketika mendengar kata kata semut:
فتبسم ضاحكا من قوله
"Maka tersenyumlah Nabi Sulaiman mendengar kata kata semut itu.(Qs Anml 19)
Jauhilah tertawa sinis dan sombong sebagaimana dilakukan orang orang kafir.
Orang yang murah senyum dan selalu nampak riang pertanda mempunyai kelapangan dada,kepemurahan sifat,kemurahan hati,kewibawaan perangai dan kecerdikan fikiran.
Salam kitab faidhul khathir,Ahmad Amin mengatakan"orang yang murah senyum dalam mengarungi hidup ini bukan saja orang yang mampu membahagiakan diri sendiri,tetapi juga orang yang mampu berbuat sesuatu,orang yang sanggup memikul tanggung jawab,orang yang tangguh menghadapi kesusahan dan menyelesaikan masalah serta orang yang paling dapat mewujudkan hal hal yang mendatangkan manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain".
Senyum tidak ada harganya jika tidak terbit dari hati yang ihlash dan tabiat yang agung dari seorang itu sendiri.
Kalau dalam diri manusia itu terjangkiti penyakit tamak,egoisme maka wajahnya akan tampak kusut dan masam dan dia akan menjelma menjadi manusia yang selalu mengingkari keindahan alam semesta,ia juga akan membuat orang lain di sekelilingnya turut merasa gelap.Dan orang seperti ini sangat mudah membesar besarkan suatu keburukan ,suatu kesalahan kecil akan di besar besarkan hingga tampak menjadi besar dan setangkai benih kesusahan seakan akan seperti sebatang pohon kesengsaraan.justeru itu mereka tidak mempunyai kemampuan untuk berbuat baik ,mereka tidak pernah puas dan senang walau sebanyak manapun peberian yang ia terima.
"Hidup ini adalah seni bagaimana membuat sesuatu.dan seni perlu di pelajari dan ditekuni"
Penyakit yang paling mematikan jiwa adalah rasa rendah diri,Penyakit ini mampu menghilangkan rasa percaya diri dan keyakinan seseorang terhadap kemampuanya sendiri.Justeru itu,sekalipun berani melakukan pekerjaan,ia tidak akan yakin dengan kemampuan dan kejayaan dirinya,ia juga akan melakukanya tanpa perhitungan yang matang dan akhirnya gagal.Rasa percaya diri adalah suatu anugrah yang besar ia merupakan tonggak kejayaan dealam hidup ini.
Sangatlah berbeda antara percaya diri dengan terlalu percaya diri.Terlalu percaya diri merupakan perilaku negatif yang senantiasa membuat jiwa bergantung dengan hayalan dan kesombongan palsu.Adapun sikap Percaya diri merupakan hal positif yang akan mendorong setiap jiwa untuk bergantung pada kemampuanya sendiri untuk memikul tanggung jawab,sebab itu ia akan terdorong supaya senantiasa mengembangkan kemampuanya dan mempersiapka diri dengan matang dalam menghadapi sesuatu.
"Sebenarnya semua orang sangatlah memerlukan senyuman,wajah yang selalu berseri,hati yang lapang,ahlak yang menawan,jiwa yang lembut dan pembawaan/tabiat yang tak kasar."
#Semoga kita semua termasuk orang yang mempunyai pribadi yang mempesona amien,,,,,
*Sumber:Kitab Latahzan karya DR.'Aidh Bin Abdullah aslqarni"
Tertawa merupakan puncak ekpresi kegembiraan ,puncak paling tinggi keriangan dan hujung segala suka cita.Tetapi demikian itu adalah tertawa yang tidak berlebihan sebagaimana yang dikatakan dalam sebuah pepatah"Janganlah engkau banyak tertawa,sebab banyak tertawa itu mematikan hati".Dengengan kata lain ,tertawalah sewajarnya saja sebagaimana dikatakan dalam pepatah juga"senyummu didepan saudaramu adalah sedekah". Diceritakan bahwa Nabi sulaiman juga tertawa ketika mendengar kata kata semut:
فتبسم ضاحكا من قوله
"Maka tersenyumlah Nabi Sulaiman mendengar kata kata semut itu.(Qs Anml 19)
Jauhilah tertawa sinis dan sombong sebagaimana dilakukan orang orang kafir.
Orang yang murah senyum dan selalu nampak riang pertanda mempunyai kelapangan dada,kepemurahan sifat,kemurahan hati,kewibawaan perangai dan kecerdikan fikiran.
Salam kitab faidhul khathir,Ahmad Amin mengatakan"orang yang murah senyum dalam mengarungi hidup ini bukan saja orang yang mampu membahagiakan diri sendiri,tetapi juga orang yang mampu berbuat sesuatu,orang yang sanggup memikul tanggung jawab,orang yang tangguh menghadapi kesusahan dan menyelesaikan masalah serta orang yang paling dapat mewujudkan hal hal yang mendatangkan manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain".
Senyum tidak ada harganya jika tidak terbit dari hati yang ihlash dan tabiat yang agung dari seorang itu sendiri.
Kalau dalam diri manusia itu terjangkiti penyakit tamak,egoisme maka wajahnya akan tampak kusut dan masam dan dia akan menjelma menjadi manusia yang selalu mengingkari keindahan alam semesta,ia juga akan membuat orang lain di sekelilingnya turut merasa gelap.Dan orang seperti ini sangat mudah membesar besarkan suatu keburukan ,suatu kesalahan kecil akan di besar besarkan hingga tampak menjadi besar dan setangkai benih kesusahan seakan akan seperti sebatang pohon kesengsaraan.justeru itu mereka tidak mempunyai kemampuan untuk berbuat baik ,mereka tidak pernah puas dan senang walau sebanyak manapun peberian yang ia terima.
"Hidup ini adalah seni bagaimana membuat sesuatu.dan seni perlu di pelajari dan ditekuni"
Penyakit yang paling mematikan jiwa adalah rasa rendah diri,Penyakit ini mampu menghilangkan rasa percaya diri dan keyakinan seseorang terhadap kemampuanya sendiri.Justeru itu,sekalipun berani melakukan pekerjaan,ia tidak akan yakin dengan kemampuan dan kejayaan dirinya,ia juga akan melakukanya tanpa perhitungan yang matang dan akhirnya gagal.Rasa percaya diri adalah suatu anugrah yang besar ia merupakan tonggak kejayaan dealam hidup ini.
Sangatlah berbeda antara percaya diri dengan terlalu percaya diri.Terlalu percaya diri merupakan perilaku negatif yang senantiasa membuat jiwa bergantung dengan hayalan dan kesombongan palsu.Adapun sikap Percaya diri merupakan hal positif yang akan mendorong setiap jiwa untuk bergantung pada kemampuanya sendiri untuk memikul tanggung jawab,sebab itu ia akan terdorong supaya senantiasa mengembangkan kemampuanya dan mempersiapka diri dengan matang dalam menghadapi sesuatu.
"Sebenarnya semua orang sangatlah memerlukan senyuman,wajah yang selalu berseri,hati yang lapang,ahlak yang menawan,jiwa yang lembut dan pembawaan/tabiat yang tak kasar."
#Semoga kita semua termasuk orang yang mempunyai pribadi yang mempesona amien,,,,,
*Sumber:Kitab Latahzan karya DR.'Aidh Bin Abdullah aslqarni"
0 komentar:
Posting Komentar